Kiyai Ma’ruf Amin: MUI akan terbitkan Fatwa “Muamalah Medsosiyah”

Kategori Kolom/Yanuardi Syukur

Catatan Silaturahmi Media Islam dengan MUI (7):
Oleh Yanuardi Syukur

Sesi terakhir pertemuan antara MUI dengan media Islam ini menghadirkan Ketua Umum MUI Pusat Dr. KH.Ma’ruf Amin yang menyampaikan taushiyah singkat terkait program-program MUI.

Kiyai Ma’ruf mengatakan bahwa ada banyak produk MUI yang perlu disalurkan informasinya secara benar pada masyarakat terkait seperti fatwa, taushiyah, rekomendasi, pendapat dan sikap keagamaan.

Terkadang, kata beliau, ada informasi dari MUI yang sampai ke masyarakat tapi tidak benar bahkan ada yang menyampaikan berita bohong terutama yang beredar secara viral di sosmed.

Untuk itu, maka MUI akan menerbitkan fatwa “muamalah medsosiyah”, yaitu bagaimana berinteraksi melalui media sosial.

Informasi salah dan bohong yang beredar tersebut perlu di-counter dengan informasi yang benar oleh para jurnalis muslim. Untuk itulah sehingga MUI mengadakan silaturahmi bersama media-media Islam dengan harapan agar produk-produk MUI dapat disosialisasi dan diedukasi kepada masyarakat.

Hal lain yang penting juga menurut Kiyai Ma’ruf adalah soal perlunya sosialisasi konsep Islam Wasathiyyah atau Islam yang moderat.

Islam Wasathiyyah, lanjut beliau, berada di tengah-tengah antara “Islam Radikaliyyah (Islam Radikal/Garis Keras) dengan “Islam Loyoliyyah” (Islam loyo/tidak bertenaga).

Secara singkat, beliau memaparkan bahwa Islam Wasathiyyah adalah Islam yang moderat dalam pikiran dan pergerakan yang menampilkan citra Islam yang santun, toleran, menghargai kebinekaan, mengajarkan prinsip-prinsip yang benar, serta tidak memaksa orang lain.

Jurnalis dari Kiblat.Net bertanya terkait kasus ditangkapnya Ranu Muda (Jurnalis Kiblat.Net) yang secara intens meliput kemaksiatan di Solo. Ranu adalah anggota Komisi Ukhuwah MUI Solo.Akan tetapi, tidak banyak yang mengadvokasi Ranu. Menurut Kiyai Ma’ruf, data-data terkait kasus Ranu tersebut dapat diberikan kepada MUI yang selanjutnya akan diverifikasi dan dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait.

Selanjutnya, seorang jurnalis juga bertanya, “apa isi pembicaraan dengan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan di tengah kasus Ahok?”Kiyai Ma’ruf menjawab bahwa kedatangan Luhut Panjaitan (bersama Kapolda Metro Jaya M. Iriawan) adalah dalam rangka silaturahmi sebagai teman lama agar kondisi masyarakat menjadi kondusif, aman, tenteram, dan tidak ada gejolak-gejolak di masyarakat.***

Portal Berita dari Timur Indonesia ini dibangun dengan tujuan untuk ikut berkontribusi dalam mewartakan kabar dari kawasan Timur Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*