Ramadhan untuk Kesejahteraan Sosial

Kategori Berita

Ramadhan adalah bulan yang banyak dinanti oleh jutaan umat Islam diseluruh penjuru dunia. Pasalnya selama satu bulan penuh seluruh umat Islam menunaikan kewajiban berpuasa. Dengan adanya momentum tersebut, tentu saja banyak pelajaran berharga yang dipetik dari bulan Ramadhan.

Ramadhan secara umum diharapkan untuk mengekang hawa nafsu manusia yang cenderung eksploitatif. Dengan semangat menggali nilai-nilai yang ada dalam Ramadhan itu membuat Pojok peradaban berinisiatif untuk melakukan diskusi pada hari Minggu sore itu (11/06).

Sebagai wadah untuk perdiskusian lintas disiplin ilmu, dalam diskusi tersebut dihadiri oleh beberapa mahasiswa pilihan dari beberapa fakultas berbeda antara lain Ekonomi, Kependidikan, Hukum dan Saintek.

Sebagai komunitas yang bervisi untuk menyiapkan para pewarna peradaban di masa depan, mereka yang dikarantina di salah satu kediaman di daerah Tidar Malang itu secara rutin membahas berbagai problematika aktual dimasyarakat. Dikesempatan itu, fukus tema yang diusung adalah mengulik spirit distribusi kesejahteraan.

Hal tersebut kemudian sangat sesuai dengan prinsip puasa di bulan Ramadhan. Setiap manusia memiliki tabiat untuk terus meraup harta sebanyak-banyaknya. Dan itu didorong oleh hawa nafsu manusia itu.

Sehingga dengan pelajaran dari puasa tersebut setiap umat Islam belajar untuk tidak serakah dengan dunia.
Rasio Gini sebagai potret ketimpangan menunjukka angka yang cukup tinggi, yaitu menginjak 0,4 di awal tahun 2017 ini. Yang terlihat adalah masih banyak orang yang terlalu berlebih dalam harta mereka dan banyak pula yang mereka minim finansial untuk hidup sehari-hari.

Di media massa pun kita sering menyaksikan betapa orang yang sudah cukup secara harta namun tetap melakukan korupsi. Dengan spirit Ramadhan, setiap orang dimaksudkan untuk mau berbagi hartanya kepada orang lain yang membutuhkan.

Yang menarik dari diskusi tersebut adalah perspektif yang kaya dari berbagai disiplin Ilmu. Hal ini penting karena mahasiswa sebagai generasi terdidik harus mampu menjadi pelopor untuk melakukan distribusi kesejahteraan seluas-luasnya agar masyarakat tidak cenderung mengeksploitasi yang bukan hak-haknya. Dan itulah cita-cita mulia para pendiri Bangsa Indonesia ini. (Fuad Ibrahim/ malang) ***

Portal Berita dari Timur Indonesia ini dibangun dengan tujuan untuk ikut berkontribusi dalam mewartakan kabar dari kawasan Timur Indonesia.

1 Comment

  1. Salam peradaban,,
    Saya sangat tertarik dengan kegiatan tersebut, disamping merupakan edukasi yg kognitif/kajian ilmiah. Hal tersebut menunjukkan bahwa indonesia tidak diam, bahkan terus mereparasi diri bahkan dari masyarakat yng terdalam,,
    Sukses buat PORTAL BERITA

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*