Mendulang Berkah Silaturahmi

Kategori Kolom

Oleh Dwi Cahyono
(Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jember)
Ketua Asosiasi Manajemen Indonesia Cabang Jembe

Silaturrahmi adalah istilah yang cukup akrab dan popular di dalam pergaulan umat Islam sehari-hari, namun pada hakekatnya istilah tersebut merupakan bentukan dari bahasa Arab dari kata silaturrahim,dan istilah silaturrahim ini berasal dari dua kata yakni : Shilah yang berarti hubungan atau sambungan dan rahim yang memiliki arti peranakan.
Istilah-istilah tersebut merupakan sebuah simbol hubungan baik penuh kasih sayang antar karib kerabat yang asal usulnya berasal dari satu rahim. Disini dikatakan simbol karena rahim atau peranakan secara materi tidak bisa disambung atau tidak bisa dihubungkan dengan rahim lain.dengan kata lain, rahim yang dimaksud disini adalah qarabah atau nasab yang disatukan oleh rahim ibu, dimana hubungan antara satu dengan yang lain diikaat dengan hubungan rahim.

Maka dari uraian tersebut dapat dipahami bahwa pemaknaan terhadap istilah silaturrahim cenderung pada hubungan kasih sayang yang terbatas pada hubungan-hubungan dalam sebuah keluarga besar atau qarabah. Dengan demikian istilah silaturrahim dengan istilah silaturrahmi memiliki maksud pengertian yang sama namun dalam penggunaan bahasa Indonesia istilah silaturrahmi memiliki pengertian yang lebih luas, karena penggunaan istilah ini tidak hanya terbatas pada hubungan kasih sayang antara sesama karib kerabat, akan tetapi juga mencakup pengertian masyarakat yang lebih luas. Kemudian mengadakan silaturrahmi dapat diaplikasikan dengan mendatangi famili atau teman dengan memberikan kebaikan baik berupa ucapan maupun perbuatan

Dengan silaturahmi, kita melakukan suatu hubungan atas dasar kasih sayang. Silaturahmi adalah kunci dalam melakukan usaha sebagai sarana untuk menuju sumber daya yang tidak terbatas (unlimited resources). Karena dengan silaturahmi, kita akan mampu membentuk komunikasi dua arah dan pada akhirnya akan mampu mengetahui dan memahami apa-apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Jadi, pada saat itu tepatnya pada abad ke-7, Muhammad sudah menekankan pada pentingnya silaturahmi dalam rangka mengetahui customer insight dengan menggunakan silaturahmi sebagai salah satu seni dalam berdagang yang tentu saja secara tidak langsung akan menaikkan omzet perdagangan. Dengan silaturahmi kita dapat membangun jaringan kerja (networking) yang tidak terbatas. Silaturahmi memiliki arti dan pengertian yang jauh lebih dalam daripada hanya sebatas hubungan bisnis. Silaturahmi, sebuah sikap dalam menjalin hubungan dengan siapa pun atas dasar jujur, ikhlas dan professional.

Berkah Silahturahmi:

A. Mengundang Rahmat Allah SWT
Mungkin kita punya cerita sederhana sendiri sendiri, yang merasakan langsung dari berkah adanya Silahturahmi. Inilah yang mungkin yang kita sebut dengan kebahagian. Benar janji Allah SWT bahwa dengan silahturahmi akan memberikan berkah dan kebahagian di dunia. Kebahagian tidak bisa diukur dengan materi. Banyaknya materi atau harta tidak akan menjamin hati bahagia. Namun secarik kain barang kali dari seseorang yang di kenal ternyata bisa menciptakan kebahagian seperti yang di rasakan seseorang yang memerlukannya. “ Rasulullah SAW pernah bersabda, “Yang di sebut silahturahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan silahturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus (HR.Bukhari).

B. Melangkah Mudah Menuju Surga
Mungkin kita punya cerita sederhana sendiri sendiri, yang merasakan langsung dari berkah adanya Silahturahmi. Inilah yang mungkin yang kita sebut dengan kebahagian. Benar janji Allah SWT bahwa dengan silahturahmi akan memberikan berkah dan kebahagian di dunia. Kebahagian tidak bisa diukur dengan materi. Banyaknya materi atau harta tidak akan menjamin hati bahagia. Namun secarik kain barang kali dari seseorang yang di kenal ternyata bisa menciptakan kebahagian seperti yang di rasakan seseorang yang memerlukannya. “ Rasulullah SAW pernah bersabda, “Yang di sebut silahturahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan silahturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus (HR.Bukhari).

C. Kunci Pembuka Mengalirnya Rezeki
Jika berbicara tentang rezeki. Semua tidak terkecuali, tentu menginginkan mendapat rezeki yang besar dan terus mengalir. Tidak salah memang adanya keinginan itu. Sebab tanpa rezeki, manusia tidak akan ada yang mampu bertahan hidup. Ketika rezeki tidak bisa lepas dari eksistensi manusia maka artinya rezeki harus terus diusahakan agar tetap terus ada. Lalu, pakah rezeki bisa ada dengan sendirinya menghampiri kita ?. Atau akan terus ada meski tanpa usaha? Atau apakah rezkei itu harus di cari terlebih dahulu . Rezeki ternyata tidak bisa datang jika tanpa di undang. Di Undang maksudnya dengan melalui sebuah proses gerak (ikhtiar). Allah SWT telah menuliskan bahwa segala yang didapat manusia adalah hasil dari usahanya sendiri. Seseorang menuai hasil tidak baik. Ini tidak lain dari perbuatan sendiri. Sebaliknya, seseorang menuai hasil, tentu karena perbuatan yang dia tanam. Ketetapan Allah SWT ini dimaksudkan agar manusia berfikir dan memahami hidupnya sendiri. Setelah dia mampu berfikir dan memahami setiap hikmah episode hidupnya, dia akan semakin yakin, bahwa segalah usahanya untuk mendapatkan rezeki tidak bisa bergerak sendiri. Rezeki bukanlah sebatas uang dan harta benda saja.Rezeki yang paling penting adalah mendapat pancaran nasehat keagamaan yang dapat membawanya menjadi diri yang semakin lebih baik.

“Dari Abu Hurairah ra beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang senang diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi” (HR Bukhari Muslim).

D. Sehat dan Panjang Umur
Secara logika rasanya tidak akan habis piker bagaimana cara silahturahmi membuat seseorang menjadi sehat dan panjang umur. Jarang sekali menemukan jawabanya mengapa silahturahmi mampu menjaga kesehatan dan memanjangkan umur. Ketika seseorang berada dalam keadaan sehat atau sakit, ketika dia mengamalkan silahturahmi dengan berkunjung kepada orang lain, maka secara tidak langsung akan berbagi kabar mengenai kondisi masing –masing. Dari obrolan, tidak menutup kemungkinan akan membicarakn tentang kesamaan pengalaman kondisi yang dihadapi. Pengalaman tersebut bisa jadi referensi untuk membantu dalam penyembuhan atau sebagai pesan yang suatu saat pasti dibutuhkan.

E. Pembuka Tirai Hikmah
Sebagai seorang manusia yang memiliki predikat makhluk sosial, dimanapun kita berada tentunya tidak akan lepas dari peran orang lain. Sehebat –hebatnya seseorang tentu ada peran orang lain dalam mencapai keberhasilannya. Seseorang tentu ada peran orang lain dalam mencapai keberhasilannya. Dalam Al quran saja. Hampir sebagian besar berisi tentang pentunjuk bagaiaman bermuamalah (berkomunikasi untuk kelangsungan kebaikan hidup) dengan sesama manusia.. Sungguh Allah SWT Maha Mengetahui apa yang akan dialami setiap Ciptaannya. Petunjuk Allah SWT ini pun akan tetap berlaku hingga akhir zman – kiamat . Dimana sudah tidak ada lagi kehidupan.

F. Penguat Simpul Ukhuwah (Persaudaraan)
Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk senantiasa menyambung silaturahim demi memperkuat ukhuwah Islamiah (sesama umat Islam), ukhuwah basyariah (kemanusiaan), dan ukhuwah wathaniah (semangat cinta tanah air). Dengan silaturahim, persatuan dan kesatuan (ukhuwah Islamiah) akan dapat dibangun. Dengan silaturahim, akan timbul rasa saling membutuhkan, solidaritas, dialog, pengertian, dan menguatkan kerjasama dalam perjuangan yang kokoh.

G. Memakmurkan suatu Kaum
Dengan silaturahim, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat akan mudah diatasi. Baik masalah ekonomi, pendidikan, kebudayaan, maupun lainnya. Keempat, silaturahim juga akan mampu menyelesaikan berbagai persoalan horizontal yang terjadi di masyarakat.

H. Menghadirkan Kebahagiaan
Dengan silaturahim, berbagai ide-ide dan gagasan yang brilian, inovasi-inovasi, program-program, dan kegiatan-kegiatan yang positif juga bisa diwujudkan. Ketika umat Islam berkumpul dalam kasih sayang dan semangat kebersamaan, akan muncul ide-ide kreatif dalam memacu umat untuk mencapai kemakmuran bersama. Kondisi ini jauh lebih bermanfaat di bandingkan sendirian. Dan sesungguhnya, kejayaan umat Islam di masa lalu berawal dari silaturahim.

I. Mengundang Cinta dan Kasih Sayang
Di antaranya, pertama, dengan silaturahim, kita bisa saling mengenal antara yang satu dan yang lainnya (QS Al-Hujurat [49]: 13). Dengan silaturahim, kasih sayang dan kerja sama yang positif bisa diwujudkan.Sebab, dengan mengedepankan kasih sayang, sikap emosional dalam diri umat yang bisa memicu permusuhan dapat diatasi dengan baik. Dengan demikian, akar persoalan pun akan ditemukan dan bisa diselesaikan dengan damai.

Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk senantiasa menyambung silaturahim demi memperkuat ukhuwah Islamiah (sesama umat Islam), ukhuwah basyariah (kemanusiaan), dan ukhuwah wathaniah (semangat cinta tanah air).

Sebaliknya bisa kita memutuskan silaturahmi maka kita juga bisa terkena dosa memutus silaturahmi diantaranya, yaitu:
* Amal ibadahnya tidak diterima. Berikut dalil hadistnya yaitu :Dari Abu Hurairah ra berkata, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda :”sesungguhnya perbuatan anak cucu adam diperlihatkan pada setiap kamis malam jumat, maka tidak akan diterima amalnya orang yang memutus tali silaturahmi”. (HR. Ahmad).

* Mendapatkan laknat Allah. Berikut adalah dalilnya yaitu :Allah Ta’ala berfirman yang artinya : “Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam). (QS. Ar’Rad : 25).

* Tidak masuk surga. Berikut adalah dalil akibat memutuskan tali silaturahmi yaitu : Dari Jubair bin Mutim ra sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda :” Tidak akan masuk surga orang yang memutus hubungan.” Sufyan berkata : ‘yaitu yang memutus hubungan tali silaturahmi’. (HR. Bukhari dan Muslim). ***

Portal Berita dari Timur Indonesia ini dibangun dengan tujuan untuk ikut berkontribusi dalam mewartakan kabar dari kawasan Timur Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*